Home » » 22 Desember; Simbol Cinta Ibu Sepanjang Masa

22 Desember; Simbol Cinta Ibu Sepanjang Masa

Posted by Blog Amri Evianti on Tuesday, 22 December 2009

Di hari Ibu ini Aku terlahir tepatnya tanggal 22 Desember 1989. 20 tahun Yang Lalu Aku di Nobatkan Menjadi Putri dari Bundaku. Jadi lewat ini pula ingin ku ucapkan rasa trimaksihku yang terdalam untuk Ibuku tercinta, yang telah memberi cinta dan sayangnya untukku.

Selamat Hari Ibu Bunda.............

Meski Aku Mampu Menggendongmu Kala Sa'i dan Thowaf Di Baitullah Itu Hanya

Setara dengan Satu hembusan Nafasmu Kala Melahirkanku

Artinya Kasih dan Cintamu tak Akan pernah mampu terbalas dengan Apapun,

Satu Kalimat Sederhana Untukmu Bunda bahwa"Aku Bahagia Terlahir Menjadi Anakmu"

==================================================

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita pada kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta tepatnya sekarang di Mandala Bhakti Wanitatama yang terletak di jalan Marsda Adi Sucipto Yogyakarta, yang dihadiri oleh 30 Organisasi Perempuan dari 12 Kota dari Jawa dan Sumatra.Dan Penetapan Hari Ibupun diputuskan pada Kongres Perempuan Indonesia ke III pada Tahun 1938.Di hari Ibu inilah seorang Ibu disematkan pin emas sebagai bentuk penghargaan karena telah memberi cinta, kasih dan sayang untuk keluarganya.Perjuangan akan seorang Ibu yang dalam memberi patrian rasa pada putra-putri dan suaminya.

Di hari Ibu ini bukanlah hanya sekedar peringatan yang tanpa makna bukan?, ada arti bahkan makna dibalik penetapan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.Jika dahulu penetapan hari ibu diawali Karena terinspirasi pahlawan-pahlawan perempuan Indonesia, diantaranya; R.A. Kartini, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan dan masih banyak lagi, yang membela Negara dengan segala kegigihannya, sedangkan untuk saat ini peringatan Hari Ibu bukan hanya sekedar ,mengingat akan jasa-jasa mereka namun lebih dari itu bagaimana kita bisa menghargai serta menghormati seseorang yang bernama Ibu.

Ibu kita untuk saat ini bukanlah R.A.Kartini atau Cut Nyak Dien, yang namanya dikenal oleh banyak kalangan, namun adanya Ibu disisi Kita merupakan sumbangan terbesar yang pernah Tuhan berikan pada kita, namun terkadang Kita terlalu banyak menuntut, akan segala kekurangan seorang Ibu, yang tanpa kita sadari beliau telah banyak memberi kontribusi nyata bagi kehidupan kita.bukanlah sesuatu yang berlebihan bukan jika kita mau sedkit menyisihkan waktu untuk mencoba mengerti serta memahami apa yang beliau inginkan dalam hidup ini.

Kata sayang dan cinta di hari Ibu bukanlah hal yang tabu untuk disampaikan, namun jauh dari itu, rasa cinta dan sayang untuknya sudah sewajarnya jika kita sampaikan bukan pada hari Ibu saja, meski tiap detikpun Kita mau mengucapkan sayang dan cinta bahkan memberinya hadiah itu belumlah cukup dengan semua yang telah diberi oleh seorang Ibu pada Kita.

Pengharapan seorang Ibu pada putra-putrinya terlalu sederhana, karena kesederhanaan itulah hampir harapannya mendekati sempurna, beliau tak pernah mengharap Kita mengembalikan semua ksih, cinta dan sayangnya bahkan beliaupun tak pernah meminta anak-anaknya untuk menyayangnya seperti apa yang telah beliau beri, seorang Ibu hanya ingin kita bahagia, mengarap kita akan baik-baik saja dalam menjalani kehidupan ini. Hal itu tersirat dari dekapan hangatnya kala kita masih bayi, tidak terpejamnya mata karena inginnya kita terjaga, disaat semua merasakan kenikmatan tidur dia terbangun karena kita kehausan, dan terkadang dengan semena-mena kita sita waktunya karena hanya kita ingin diperhatikan, namun dia tak pernah mempermasalahkan hal itu bukan? namun disaat senja telah menyapanya sekedar bertutur lembutpun kadang kita tak bisa.

Potret indahnya cinta memang terletak pada cinta ibu pada putra-putri serta keluarganya, tanpa pamrih, jangan pernah biarkan bibir ini menyakitinya dan jangan sampai pula sikap serta laku kitapun mengecewakan hatinya.Jika hari ini kita masih bisa menatap wajah Ibu dengan penuh leluasa,saat ini pula ada kesempatan untuk membuat Ibu kita tersenyum, biarlah Ibu menangis karena melihat kita menjadi orang yang sukses secara pribadi dan social, dan biarlah segala cinta yang kita beri kesesama manusia mampu mencerminkan layaknya cinta Ibu pada anaknya.

Ibu disudut Asrama kecil ini, ingin Aku berlari menghampirimu, memohon maaf atas segala salah yang pernah ada, memohon tulus atas semua lara.Ibu Aku ingin hari Ibu bukan hanya terletak pada tanggal 22 Desember saja namun, tiap hari dan waktu aku ingin menjadikannya hari Ibu agar tiada satu manusiapun yang mampu untuk menyakitimu, agar merekapun tahu bahwa cinta dan sayangmu bukan pada hari dan tanggal tertentu namun setiap saat tanpa ada batasan waktu.Aku sayang Dirimu Ibu.


0 komentar:

Post a Comment

Komentar apa aja deh yang penting nggak SPAM, sok kenal juga nggak apa, saya juga suka sok kenal ma blogger lainnya hehe
Terimakasih dan selamat datang kembali.

Translate

.comment-content a {display: none;}