Home » » Saat laut Menjadi Bandara

Saat laut Menjadi Bandara

Posted by Blog Amri Evianti on Saturday, 13 April 2013



Sebenarnya aku belum punya bahan buat posting tulisan di blog, tapi kejadian jatuhnya pesawat Lion Air ke laut hari ini membuatku mengingat sebuah maskapai  yang pernah membawaku kurang lebih 6x *saking spesialnya jadi bisa keitung haha. 6x pun akibat ada prosesi transit Jakarta-Jambi atau Jakarta-Yogyakarta hahaha*
Kembali pada kisah jatuhnya pesawat Lion Air hari ini, memang belum diketahui apa penyebabnya, namun di televisi tadi tampak bahwa pesawat Lion Air di atas permukaan laut di kawasan Bali dengan kondisi kapal terbelah berikut gambar yang aku colong,
Sumber Gambar: Detik.Com

Berbicara masalah keselamatan dan bencana ternyata hampir tidak berbatas. Tanpa kita tau kapan datangnya, pada menit keberapa hadirnya semua terjadi tanpa kita sangka sebelumnya. Sebuah keajaiban Tuhan penumpang yang berjumlah 177 orang selamat, dan tidak ada penumpang  yang tewas pada pukul 15.30 (Sumber: Berita Redaksi Sore). Beruntung para penumpang tahu cara memakai pelampung, jujur aku sampai detik ini masih bingung *haha meski berkali-kali pramugari menjelaskan *ndeso* hingga saat aku mendengar jatuhnya pesawat terbang favorit aku *hahaha anggap aja favorit* terjatuh ribuan kali menghaturkan rasa syukur karena aku masih selamat dan masih bisa menulis di media ini.
Pertama kali naik pesawat lupa pada tahun berapa, aku memulainya pada Bandara International Adi Sucipto Yogyakarta. Sewaktu menunggu di ruang tunggu aku berfikir bagaimana kalau nanti aku salah naik pesawat, yang asalnya tujuan ke Jambi ini malah ke Medan *alamak jangaaaannn* mencoba toleh ke kana dan ke kiri, hanya bisa menggigit jari, karena aku malu jika harus bertanya kalau tiket aku akan keluar dari pintu mana. Aku berfikir sepertinya di sini hanya aku sendiri orang yang pertama kali naik pesawat *kasihannn* untung nggak ada pengecekan sudah berapa kali naik pesawat hahaha.
Singkat cerita, akhirnya aku sukses duduk di bangku pesawat. Dengan sok udah pengalaman aku bisa memakai sabuk pengaman tanpa bantuan pramugari. Pesawat mulai melaju pada porosnya, berputar-putra mencari tempat yang pas untuk lepas landas *benar nggak bahasanya ahhaha* aku hanya bisa berdoa dengan apa yang bisa aku bisa. Tuhan, mohon selamatkan kami.
Pesawat kini bak burung merpati di tengah angkasa raya, mata yangs edari tadi coba dipejamkan tak kunjung jua terpejam. Dalam ketinggian yang entah berapa kaki ini terkadang aku berfikir “Bagaimana kalau peswat ini terjatuh?” aku hanya bisa memasrahkan kehidupanku padaNya. Satuan menit telah berlalu, pesawat mulai naik turun entah apa alasannya, membuat perutku mulai mual, seketika aku berfikir “Apa aku harus mabok di pesawat terbang, seperti halnya aku mabok di atas bis atau mobil?” tak tahan dengan mualnya perut aku mencoba ke arah depan bagian pesawat, bertanya pada pramugari cantik di mana letak toilet *maklum aku baru pertama kali nih* siapa tau aja ada di atas pesawat haha.
“Toilet sebelah mana ya mbak?” tanyaku sambil menahan rasa sakit di perut
“ Silahkan ke bagian depan, mbak” jawabnya dengan anggun.
Berhasil masuk ke toilet aku langsung melaksanakan keinginanku untuk m****h. Ah memalukan sekali, naik pesawat masih sempat-sempatnya mabok. Tak ada yang tau jika aku sekatrok ini, namun beda cerita dengan kisah mabokku ketika pesawat dari jakarta menuju Jambi membawaku, pilotnya lumayan agak ganas, saat akan *apa bahasanya* landing sepertinya, saat posisi penumpang harus memakai sabuk pengaman. Kebiasaan burukku terulang di sini, oh Tuhan aku harus mabok disamping ibu-ibu yang ada di sebelahku. Semua berlalu begitu cepat aku memasukkan mukaku ke dalam plastik hitam *untung di tasku ada plastik* terserah orang mau bilang apa, dan aku hanya berucap Maaf pada ibu yang ada disampingku. Hingga kini kisah itu maish terekam dengan jelas, saat Ibu itupun mengoleskan minyak kayu putih ke leherku, Terimakasih bu.
Pada akhirnya, saya selamat sampai bandara Sultan Taha Jambi. Dan akan sampai ke kampungku 5 jam kemudian, jadi masih dekat Yogyakarta-Jakarta-Jambi *karena hanya memakan kurang lebih 2 jam* dari pada perjalanan ke Jambi sendiri yang memakan waktu 5 jam menggunakan travel. Hingga pada kesempatan adikku mengantarkanku ke Bandara Sultan taha Jambi saat aku akan kembali ke Yogyakarta, aku duluan yang sampai tujuan *yang dianter ma yang nganter kok duluan yang dianter*
“ Dek, aku udah sampai Yogya ni”  Kataku pada adekku melalui pesawat telephon
“Ah, mbak curang masak udah sampai. Aku masih lama sampainya” jawabnya sambil memonyongkan bibir.
Hahahahha
“Sabar ya, kalau udah sampai kabari aku” jawabku sambil tertawa terbahak-bahak *harusnya adekku yang mengatakan “kalau udah sampai kabarin ya”
Akhirnya, selalu memohon pertolongan pada Tuhan saat kita akan memulai perjalanan, semoga Tuhan selalu menjaga kita dari setiap bencana yang mungkin akan terjadi. Dan saya akan kembali belajar cara memakai pelampung *mau bawa dibagian bawah kursi penumpang DILARANG*hahaha, dan tenang sekarang aku udah nggak mabokan lagi naik pesawat terbang,,apalagi pesawat nggak terbang hehe.


47 komentar:

  1. hore aku dapat pertama lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Indah dan Mang Yono jangan rebutan tanda tangan disini ya *ehh*hehe terimakasih mb Indah tetep pertamax dihatiku ahahha

      Delete
    2. mbak Indah heheheh... tetep masih pertamax heheheh

      Mbak Amri.. maklum mamang baru sampai di kampung .... mudik... mudik... hehehe...

      Delete
    3. Hehehe mang Yono juga pertamax to hehehe..wehh mudik dari mana mang..naik pesawat juga???kalau di sini sinyal internetnya yang lagi mudik: lelet

      Delete
    4. wah pengen naik pesawaaat,sambil kossel2

      Delete
    5. ane jangankan naik pesawat, pesawat di rumah ane banyak noh yang lagi parkir :D

      Delete
    6. Kosel2 itu apa mas Agus hehehhe.... Kamar Sebelah: hahahha pesawat2 an ya???heheheh

      Delete
    7. kosel2 ya gulung2 kayak anak kecil minta jajan ga dituruti, hehe

      Delete
    8. hari kamis kemarin mamang kepulau Bangka nginap dua malam, biasa jadi orang susah jadi jalan2 terus.

      mas agus kalau di tempat mamang namanya " kokosodan gogoleran " hehehehe

      Delete
    9. Mas Agus kosel2 bukan negara yang tetanggaan dengan KORUT (Korea Utara) ya hehehhe...wahh dulu gitu mesti nggak dikasih jajan gulung2 dah..heheh ye mang yono ngeluarin bahasa sundanya,,*ulah gogoleran nya' jang/neng* haha

      Delete
    10. korsel ya, hehe
      pokoknya kalau gak dikasih masih tetep gulung2

      Delete
  2. Replies
    1. dapat berapa liter bang hehehe..mana duwitnya bayar lho BBm nya hehe

      Delete
  3. gagal maning gagal maning, di mbak indah mang yono di mbak amri mang yono lagi...
    aku belum pernah naik pesawat e mbak, hehe
    betul seperti kata teman2 jakarta surabaya hanya 30 menit, surabaya tuban 2,5 jam. ah dunia memang borderless sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. maklum mas, mamang kan keliling jualan Bandrek, jadi tahu kalau lampu rumahnya masih nyala berarti lagi bikin postingan ehhehehe

      kalau mamang belum pernak naik kereta, kalau naik pesawat sering ke Bangka, Riau, Belitung, Kalimantan, biasa orang susah keliling terus hehehe

      Delete
    2. wah makanya mang yono jadi juara, banyak rejekinya mang bandreknya laku keras

      Delete
    3. Hehehe Mas Agus jangan nangis ya nggak dapat pertamax..coba dilain waktu hiahahahaha.... yeah mamang mahh ngakunya jualan bandrek tapi ternyata jualan pesawat heheh

      Delete
    4. pesawat seken gitu maksudnya mbak

      Delete
  4. Untuk seluruh pengunjung dan para sahabat BlogWalking saya, mohon maaf apabila komentar atau kunjungannya belum saya apresiasi atau saya kunjungi balik, hari ini full ada kegiatan di sekolah, selamat duduk-duduk santai di Blog ini *saya akan kembali kalau jadi ngisi modem tanpa kabel, hehe nanti biar bisa online di sekolah,di rumah ada modem tapi berkabel dan berantena masak harus saya bawa antena juga,kaya doraemon dong heheh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. gelar kardus sambil ngantri,tak lupa bawa cemilan sepatu dan minuman bandrek mang yono

      Delete
    2. awas hujan mas...kardusnya basah ntar hehehe

      Delete
    3. tenang mbak kan ada warung mang yono bisa minum bandreknya sekalian

      Delete
  5. Makk. ada pecawat #sambil nunjuk ke atas

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sama kaya aku waktu kecil ..suak nunjuk pesawat yang ada dilangit sambil jerit minta duwit hahaha

      Delete
  6. alhamdulillah mamang kemari selamat dalam penerbangan dari Pulau Bangka belitung ke Jakarta, dengan pesawat Sriwijaya, lion air... oh lion air... mamang waktu tahun 2010 pernah naik pesawat lion air dengan penerbangan ke Pekan baru, masa mamang berdiri ndak kebagian tempat duduk pas nengok kebelakang ternyata bukan mamang saja yang berdir ternyata ada sekitar 50 orang yang berdiri, sampai sampai mamang nyeletuk.... Tarik pir penumpang sudah penuh, hahahha pramugari sama awak kabin sampai bingung, akhirnya tim lion air memutuskan menambah pesawat lagi, akhirnya mamang bisa duduk dan penumpanya cuma kira - kira 50 orang, tapi bagasi mamang di pesawat yang satu lagi heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah alhamdulillah ya mang...wah kerjanya keliling Indonesia ya mang..gitu aja dibilang pekerja kasar.pekerja kasar kok naik pesawat truss yang pekerja lembut naik apa???? sajadah terbang???hahahha. baru tahu naik pesawat kok masih berdiri...nggak ada bangku tempel mang..bawa tikar kalau perlu, atau gelayutan di sayap kapal ehhee

      Delete
    2. wah kepekanbaru ya??
      kota saya itu :D

      Delete
  7. Lautnya keren, bisa dwi fungsi. kayak ABRI. wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiahahahha dwifungsi karena terpaksa heheheh.....thanks for your visit

      Delete
  8. mungkin bisa jadi inspirasi buat bikin bandara di laut.. hehe

    #kunjungan perdana (visit back yak..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah saya tunggu bandara lautnya ya heheh..kan situ yang ada ide hehe okk nanti saya berkunjung, semoga masih ada lanjutannya ya kunjungnnya

      Delete
  9. beritanya biasa ajah, ndak sitimewa buat diriku. udah terlalu sering pesawat jatuh di indonesia. udah umum lagi ...
    tp mimin nya yg sitimewa buat diriku ..... hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha...semoga kebiasaan buruknya bisa dikurangi ya mbk,,kalau perlu dihilangkan.
      yehhhh asyyiikkk sitimewa eyyy di hati mbak indah..aje gile mbak indah cantiikkkk *bayar duwit sini udah bdibilang cantik hahha*

      Delete
    2. so sweet mbak indah ni ternyataa...

      Delete
    3. sepawat jatuh memang tidak terlalu sitimewaa karena di ketapel mbak indah jadi sepawatnya jatuh melulu

      Delete
  10. sampek wes ora nggumun maneh #doh

    ReplyDelete
    Replies
    1. sing gumun nek pesawat nggak medun2 geh hahaha

      Delete
  11. wah naik pesawat bisa mabok juga ya mbak..hehee
    untung aja ga meledak ya pesawatnya. kalau meledak mungkin manusia didalamnya bakal terbang2 ...heehhee

    ReplyDelete
  12. ya benar ini masih beruntung jatuhnya dia laut, kalau di jalan aspal sangat bahaya,
    terima kasih informasi yg menarik kawan

    ReplyDelete
  13. lion emang payah
    aku aja dah 3 kali barang ilang dari bagasi
    tapi gimana lagi banjarmasin jogja cuma ada lion doang
    jadinya ya bolak balik naik itu :D

    ReplyDelete
  14. pengalaman yang menarik,... :)

    ReplyDelete
  15. Awesome work.Just wanted to drop a comment and say I am new to your blog and really like what I am reading.Thanks for the share

    ReplyDelete
  16. hahaha...mbak ini bisa aja deh, teman saya dari jambi juga suka kesal, katanya masa dari jogja jambi lebih cepat daripada jambi ke kampung halaman.

    ReplyDelete

Komentar apa aja deh yang penting nggak SPAM, sok kenal juga nggak apa, saya juga suka sok kenal ma blogger lainnya hehe
Terimakasih dan selamat datang kembali.

Translate

Blog Archive

.comment-content a {display: none;}