Home » » Bendahara Gadungan

Bendahara Gadungan

Posted by Blog Amri Evianti on Tuesday, 29 September 2015

Jangan Hiraukan Gambarnya, karena nggak nyambung dengan artikel kwkwk
Siang itu hari kedua Bimtek Bendahara Bos SMA,sebelum menuju cerita sebenarnya , saya dikirim ke propinsi sebagai Bendahara pengganti alias bendahara gadungan *kwkkwkwkw anggap aja gitu biar rame*Adakejadian saat saya memilih jujur kepada panitia bahwa saya merupakan bendahara pengganti, meski saya tidak jujurpun panitia tidak bakal mengetahui kalau saya bendahara gadungan. Maka dari itulah terjadi percakapan dengan ibu-ibu panitia yang menurut saya tidak ramah *emang kasir Alfa*art* kurang lebih berikut ini percakapannya *yang sudah pasti ada penambahan di sana-sini biar asyik, tapi tidak mengurangi esensinya halah apalah *

Saya: Bu saya bendahara pengganti, untuk mengisi biodata ini dengan nama saya atau dengan nama Bendahara aslinya.
Ibu-Ibu: Ada surat keterangan pengganti tidak? Tanyaibu-ibu dengan nggak enak
Saya: tidak ada bu,jawab saya datar
Ibu-ibu itu clingak-clinguk *bahasa jawa red*
Ibu-ibu: wah bagaimana ini. Ujarnya ditambah lagi ada peserta sebelah saya membawa surat keterangan pengganti, tambah gaya ibu-ibunya.
Ibu-ibu: harus ada surat keterangan pengganti bu dari sekolah, tidak bisa kalau seperti ini?
Saya : trus gimana bu ? saya pulang dong berarti?*yang bener aja pulang, sedangkan perjalanan dari tempat tinggal sampai ke hotel ini memakan waktu 4 hingga 5 jam.  Lalu ibu-ibu bertanya dengan ketua panitia, saya sudah yakin pasti si ibu-ibu itu berharap saya tidak diterima dalam acara bimtek ini *hahaha ngarang bombai saya*dan jawaban si bapak
Bapak-bapak : Nggak apa-apa bu,pakai nama bendahara aslinya aja.
Ada dua ekspresi wajah sore itu, wajahku bahagia penuh dengan kemenangan dan wajah ibu-ibu itu wajah penuh dengan kekalahan.Masak iya sih pemirsa saya harus pulang ke kampung halaman hanya dengan tidak membawa surat keterangan pengganti, kecuali panitia memberi opsi silahkan surat penggantinya menyusul, saya kan bisa minta dikirim surat keterangan pengganti melalui email dari sekolah,lha ini sudah ditanggapi nggak bisa *ckckckc*
Akhirnya menuju pada cerita yang sebenarnya ingin saya ceritakan,malah cerita selingannya lebih banyak *harap maklum pemirsa*

Siang itu masuk jam istirahat, selepas sholat dhuhur dikamar saya membuka laptop dan mencoba membalas komentar pada postingan Makanan Khas Solo :Manis, postingan yang balasan komentarnya pun belum selesai karena wifi sekelas hotelpun tak cantik koneksinya. Lamas-lama mata saya terasa pedas dan sengaja saya memejamkan mata padahal waktu istirahat tidak lama lagi. Tidak kemudian entah sudah berapa lama saya tertidur, tiba-tiba telepon kamar hotel berbunyi, bangunlah saya dnegan terkaget-kaget dan ternyata teman sekamar hotelpun tertidur “kring-kring” telepon masih bordering dan mata kami saling beradu lalu menatap pada telepon yang ingin segera diangkat,lalu diangkatlah telepon itu, sayangnya bukan saya yang mengangkat.Saat teman saya berbicara lewat telepon pikiran saya adalah : wahhhh, udah dipanggil nih, tapi setelah saya tanya pada teman saya jawabannya adalah DITANYA UDAH MAKAN SIANG APA BELUM. Nah lho jadwal makan siangkan sudah dari tadi ? pikirku, ihh masak sebegitu perhatiannya. Sekian




7 komentar:

  1. nah emang ibu ibu kebanyakan nyari masalah sendiri.. bapak bapak biasanya lebih simple..
    Ciiee yang di perhatiin..Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiahaihia diperhatiiin, lebih seneng kagi dapet duitya hihihihi

      Delete
  2. begitulah, terkadang hal2 yg emergency perlu sgr ditindaklanjuti di lapangan. Bijak dan sikap menghargai sgt penting.

    Sayapun pernah mengalami ditolak krn hal2 yg sehrsnya dpt diterima scr luwes, yg akhirnya ya diterima juga.

    selamat..tetap semangat yah mengikuti bimtek ... pengalaman yg berguna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak, nggaka bisa bayangin kalau saya ditolak mentah-mentah, bakal nggak enak, sayur aja kalau mentah juga gx semuanya enak hihihihihihi terimakasih semangatnya mbak

      Delete
  3. kadang hal sepele juga suka banyak di permasalahkan kalo lagi darutat begitu ya mba,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang kita juga harus lebih santai menghadapi orang-orang yang suka ribet hehehehe.

      Delete
  4. gpp jd bendahara pengganti kalau hanya pas bimtek, asal gak sampai gantiin kerjaan bendahara saja. hehehee...*mumet kalau jadi bendahara*

    ReplyDelete

Komentar apa aja deh yang penting nggak SPAM, sok kenal juga nggak apa, saya juga suka sok kenal ma blogger lainnya hehe
Terimakasih dan selamat datang kembali.

Translate

Blog Archive

.comment-content a {display: none;}