Home » » Pohon Tanpa Buah

Pohon Tanpa Buah

Posted by Blog Amri Evianti on Tuesday, 8 September 2015

Pagi itu, entah kapan aku tak jua mengingatnya. Saat pandanganku tertuju pada pohon yang telah dimakan oleh waktu, renta, gersang tanpa kehidupan. Beberapa waktu yang lalu, ia masih sebuah pohon yang penuh dengan kegagahan. Pohon yang memberi pelindung bagi siapapun yang ingin berlindung dari sinar matahari atau sedikit guyuran sang air langit. Aku pernah mendengar, bahwa sebuah pohon menjadi pengibaratan untuk kebermanfaatan ilmu: 




Al'ilmu bi la 'amalin, Kassajari Bi la Tsamarin
(Ilmu yang tidak diamalkan, bagaikan pohon yang tidak berbuah)
Pohon yang berbuah dengan pohon tanpa buah sudah pasti perbedaannya. Kita menuntut ilmu itu sudah merupakan kebaikan untuk kehidupan kita sendiri, tapi jika ilmu itu hanya berhenti dalam pikiran dan tidak ada pengamalan maka ilmu akan berhenti ditempat tanpa bekas dan tanpa ada kemanfaatan baik pemiliknya maupun untuk orang disekitarnya. Makanya tadi diibaratkan jika ilmu tanpa pengamalan itu layaknya pohon tanpa buah. Jadi semakin banyak ilmu yang kita terapkan atau amalkan semakin lebat pula buahnya atau kebermanfaatannya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya untuk sesamanya. 


30 komentar:

  1. Fix, nunggu segmen Dakwahnya Evi di blog pokoknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaahai ini bukan dakwah mas Arif, awalnya nggak ada ide, e nyari fhoto ketemu photo pohon ini hehehe, siapa tau mau diincer jadi aktris utama di filmnya mas Arif kwkwkw

      Delete
  2. Ulasannya menarik, berbakat juga nih sebagai penyampai pesan Dakwah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehm-ehm jadi keselek daun jati nih hehehehe, trimakasih atas kunjungannya :)

      Delete
  3. Iya, sampaikanlah walau hanya sedikit. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama dengan "sampaikanlah walau satu ayat" ya neng :) welcome lagi di blog ini say hehe

      Delete
  4. Dari poto bisa jadi tulisan singkat, namun 'dalem'. Ya.. beruntung juga buat para guru yang sudah menyerap ilmu bermanfaat dan menyampaikannya kembali pada murid2. Setidaknya mereka punya media, biar 'pohonnya berbuah', gitu. Hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak bener banget, pengibaratan itu selalu mengena di hati, terimakasih kehadirannya mbak Dee

      Delete
  5. kalau buah tanpa pohon maknanya apa mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu di pasar buah mas, maknanya harus nyiapin duit untuk beli :)

      Delete
    2. Info Batik, hehehe asalnya saya belum punya jawaban nih untung dibantuin ma Wong Crewchild hehe tarathenkyou

      Delete
    3. mas wong kan memang canggih mbak :D

      Delete
    4. iya kang ucup super jitu canggihnya hehe

      Delete
  6. semoga menjadi pohon dengan buah yang lebat.. buahnya juga segar jangan ada ulatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin-amin, nanti saya ambilin buahnya hehehe

      Delete
  7. semoga saya tidak jadi pohon tak berbuah

    ReplyDelete
  8. jadi inget waktu kecil suka nyanyi lagu sepohon kayu,heuheu
    terimakasih petuahnya mba, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepohon kayu daunnya rimbun, hehehe sama-sama, wah bahasanya kok petuah? terlalu tinggi, nanti saya jatuh hehehehe

      Delete
  9. Bener, semestinya ilmu yang kita punya itulah yang disalurkan, bukan urusan seberapa sulit menuntut ilmu tersebut atau seberapa mahal kita membiayai untuk mendapat ilmu tersebut, kadang itu yang orang pikirkan, ini kok saya susah susah sekolah, kuliah eh dia enak enak aja minta gratisan, jadi hasilnya seperti pohon tanpa buah tadi, tanpa pengalaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mas Albar, banyak orang yang orientasinya ke materi, tetapi kemanfaatan ilmu lebih dari itu.

      Delete
  10. Salam kenal, saya pendatang baru di blog ini, sukses selalu untuk blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali, terimakasih untuk supportnya

      Delete
  11. gimana nasib pohon yang emang ditakdirkan untuk hidup tanpa berbuah?
    buah tidak perlu berbentuk buah agar bisa dinikmati, bahkan pohon yang tidak berbuah pun didalamnya menyimpan setitik manfaat yang bahkan buah tidak bisa memberinya.
    ketika pohon yang berbuah tidak lagi berbuah itu yang jadi masalah, udah dirawat dikasi pupuk, ditungguin buahnya gak berbuah. trus nyalahin pohon doang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kang Yunior sebelumnya terimakasih atas pancingan diskusinya nih, coba saya peruncing lagi ya, gini kang yunior Pohon = Ilmu dan Buah: manfaat/pengamalan, artinya ilmu yang bermanfaat itu pengibaratannya pohon yang mempunyai buah, bukannya pohon itu akan lebih banyak manfaatnya jika mempunyai buah? lalu bagaimana dengan pohon yang tidak berbuah tapi juga manfaatnya ada? kita sama-sama tau pohon tanpa buahpun bisa untuk berteduh, diambil daun atau rantingnya, sama-sama bermanfaat bukan?tapi ini bisa saja dengan orang yang mempunyai harta dan bisa memberi manfaat untuk orang lain. lagi pula dalam sebuah syai'r Arab disebutkan " Ta'allam fainnal 'llma zainul li ahlihi" menuntut ilmulah/ belajarlah karena ilmu itu menghiasi bagi pemiliknya (pemilik ilmu).

      Delete

Komentar apa aja deh yang penting nggak SPAM, sok kenal juga nggak apa, saya juga suka sok kenal ma blogger lainnya hehe
Terimakasih dan selamat datang kembali.

Translate

Blog Archive

.comment-content a {display: none;}