Home » » Totalitas Artis Dalam Berperan

Totalitas Artis Dalam Berperan

Posted by Blog Amri Evianti on Sunday, 6 September 2015

Artis? siapa yang tidak mengenalnya? kecuali mereka-mereka yang tidak punya televisi di rumah. Artis dulu identik dengan cantik, kini tidak melulu hanya cantik yang dibutuhkan, kemampuan si artispun menjadi salah satu pertimbangan,maka pertanyaan selanjutnya adalah apa iya? beberapa bulan lalu saya sempat menonton serial religi di salah satu stasiun swasta negeri ini, ada hal yang menarik perhatian saya, yakni seorang pemeran utama artis yang menurut saya tidak total memerankan perannya. Meski saya tidak ahli dalam dunia perfilman atau sejenisnya ada hal yang ingin saya bahas dalam tulisan ini *gubraks, serius amat*

Pemeran utama wanita ini termasuk salah satu artis besar Indonesia, dia salah satu artis yang berhijab setelah menikah, sebutlah inisial artis ini SS. Berhubung dia sudah berhijab mungkin ini salah satu alasan si produser memilihnya untuk menjadi pemeran utama  di salah satu serial religi yang tayang pada bulan ramadhan lalu. Ada hal yang menurut saya perlu dibenahi terutama garapan-garapan film religi, salah satunya adalah kemampuan artis dalam membaca kitab suci alqur'an. Sebagai muslim saya merasa begitu terpukul, ketika si artis ini memerankan adegan membaca al qur'an, bacaannya sama sekali jauh dari keilmuan.Menurut saya alangkah baiknya si produser memilih artis yang bukan hanya cantik dan berhijab tetapi juga memang bisa membaca al qur'an dengan baik dan benar? *seperti saya misalnya hahaha* bukankah seorang artis itu harus total dalam aktingnya? jika ingin dikatakan totalitas dalam berperan, jika ia memerankan menjadi anak seorang kyai, maka seharusnya ia bisa memerankan atau menampilkan bacaan alqur'an layaknya anak kyai. 

Saya memang jauh dari dunia artis, dan nggak mungkin jadi artis hahahai, tapi seandaiaya saya menjadi orang yang berkesempatan menggarap film-film religi saya akan benar-benar menyeleksi aktris atau aktornya, karena ini akan berpengaruh pada kualitas film yang dibuat. komentar saya dengan suami kala itu, ketika melihat adegan membaca al qur'an artis itu adalah "yang milih dia jadi pemeran utama juga mungkin tidak tahu menahu tentang membaca al qur'an" produser harusnya mengerti artis yang layak memerankan adegan untuk peran yang diinginkan.

Akhirnya, pendidikan alqur'an untuk anak sejak usia dini itu sangat penting. Jangan biarkan usia emas mereka tidak mengenal huruf hijaiyyah dan perangkat ilmunya, karena disanalah kesempatan kita untuk membuat mereka tidak buta dengan kitab alqur'an. 


14 komentar:

  1. Hehe namanya juga artis. Orang Asmirandah aja yang bermain di ketika cinta bertasbih aja pindah nasrani, trus Lukman Sardi pembawa lakon Kyai Ahmd Dahlan dalam Sang Pencerah juga pindah nasrani sekarang. Biasanya pemeran yang utama yang dipilih adalah yang basis fansnya banyak biar rating penontonnya tinggi, jadi faktor lain seperti fasih tidaknya membaca ayat suci Alqur'an dan tabiatnya sebagai anak kyai mungkin dinomer duakan meskipun tema film yang akan dibintanginya adalah religi. Ya nanti deh Evi jadi artis utama kalau aku bikin film hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahai ngakak aku bacanya, ada untungnya saya buat tulisan ini, ada tawaran jadi pemeran utama di flmnya mas arif,jangan aja nanti jdul filmnya Taubatnya Nenek Renta hehehe. Memang iya mas Arif yang banyak terjadi adalah pemilihan pemeran utama yang paling banyak fans nya, agar ratingnya bagus,ckckck ya sudahlah karepe yang buat film sana hohohoh *aku mah apa atuh*

      Delete
  2. Pendidikan dan pengenalan Agama sedini mungkin buat anak sangat baik untuk bekalnya dimasa depan. Salam Kenal Mbak Amri

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar sekali mAs jati, agar lebih kaut pondasinya, salam kenal kembali

      Delete
  3. Seharusnya adegan film di skip aja biar gak malu maluin.. ckckk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe wahhh sepertinya kalau di skip jadi gimana gitu neng cantik, harusnya syi'ar eh malah sebaliknya hehe

      Delete
  4. saya malah prihatin dengan berbagai tayangan sinetron yang semakin kesini semakin gak bermutu aja, sama sekali jaranga yang menyajikan dari segi edukasi buat masyarakat, mereka hanya mementingkan rating. kalo sinetron yang keren menurut saya itu sinetron keluarga cemara sama si doel anak sekolahan hehehee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama bang saya juga ngenes lihat tayangannya, baik sinetron maupun non sinetron benar-benar bahaya untuk generasi penerus,terimakasih telah berkunjung

      Delete
  5. sngat disyangkan skali ya mbak, harusnya kalu g bisa mending di lipsing aj, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh ia bagusan dilipsing hehe, kok nggak kepeikan ya si produsernya hehe *saya aja nggak kepikiran dilipsing* hehe

      Delete
  6. pendidikan agama..sebaik2 bekalan hidup...

    ReplyDelete

Komentar apa aja deh yang penting nggak SPAM, sok kenal juga nggak apa, saya juga suka sok kenal ma blogger lainnya hehe
Terimakasih dan selamat datang kembali.

Translate

Blog Archive

.comment-content a {display: none;}